Film Kartini, Kado Paling Manis Di Hari Kartini Ke-138

Siapa sih yang nggak kenal dengan R.A Kartini. Wanita tangguh yang telah bersusah payah berjuang untuk emansipasi wanita di kala itu.

R.A Kartini lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di kota Jepara. Hari kelahirannya tersebut kemudian diperingati sebagai hari kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada Indonesia hingga saat ini.

 

 

Untuk memahami bagaimana perjuangan Kartini dimasa itu, maka dibuatlah sebuah film “KARTINI” yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, skenario ditulis  oleh Dirmawan Hatta dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Untuk mewujudkan kehidupan nyata dalam film tersebut, Robert Ronny, produser film Kartini mengatakan bahwa pihak mereka mengumpulkan puluhan buku-buku yang bercerita tentang Kartini. Buku-buku tersebut tidak hanya didapat dari Indonesia namun juga didapat dari Belanda.

Film Kartini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, Adinia Wirasti, Christine Hakim, Reza Rahadian, Doddy Sutomo, Djenar Mahesa ayu, dan Denny Soemargo.

Film layar lebar ini akan tayang perdana pada tanggal 19 April 2017. Sebelum film ini tayang di bioskop, akan diluncurkan terlebih dahulu sebuah buku yang berjudul “Di Balik Layar Film Kartini”. Buku ini menceritakan penggalan surat kartini yang dibacakan oleh beberapa pemain film tersebut. Mereka adalah Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, Adinia Wirasti, dan Christine Hakim.

 

 

Di film ini ada banyak sekali sisi dari kartini yang mungkin banyak orang yang tidak mengetahuinya. Sutradara Hanung Bramantyo menuturkan, ingin mengajak penonton untuk melihat sebuah paparan kehidupan Kartini,mendalami sosok dan kehidupan Kartini, bagaimana sikapnya, aksinya, melihat dan merasakan perjuangannya, khususnya laki-laki, ujarnya pada acara perilisan trailernya di Club Djakarta Theatre.

 

 

Hanung mengaku selama dua tahun menggarap film kartini, ia mengalami kendala dalam mengaplikasikan hasil riset yang ia dapat. Penelusuran sejarah tentang kartini yang tidak terlalu sulit dan hasil riset yang terlalu melimpah membuat sutradara ini malah cukup mengalami kesulitan untuk mewujudkan dan menerapkannya kedalam gambar, yang akhirnya mengakibatkan bongkar pasang dalam skenarionya.

Sineas asal Yogyakarta ini mengestimasi hanya sekitar 40 persen dari keseluruhan hasil riset yang berhasil diaplikasikan kedalam kostum dan properti film.

 

 

Untuk mendapatkan suasana Jepara saat itu, rumahnya dan bahasa yang digunakan, mulanya Hanung berharap dapat membuat replika rumah asli Kartini. Namun, hal ini dirasa tidak mungkin, karena untuk membuatnya membutuhkan dana sekitar Rp 8M dan dan waktu Sembilan bulan untuk menciptakan set sendiri.

Luasnya cerita tentang sosok Kartini juga membuat Hanung harus membatasi cerita film ini. Ia dan tim produksi akhirnya memutuskan untuk mengambil kisah Kartini pada rentang usia 14-22 tahun, karena jika terus menerus mendalami Kartini tidak akan pernah selesai, ujarnya.

(DJ)

 

Sumber: www.cnnindonesia.com, youtube.com

 

Baca Juga:

Film 1 Cinta Di Bira Mengangkat Keindahan Sulawesi, Akan Tayang Di Jakarta!

TOMORROW!! Rayakan Hari Kartini Dengan “Surat Cinta Untuk Kartini”

[Menginspirasi] Siapa Kartini Kuliner Indonesia Masa Kini? Yang Berusaha Memperkenalkan Kuliner Indonesia

Film Headshot Siap Rilis Di Berbagai Negara Di Dunia

Film “Jilbab Traveler : Love Spark in Korea” Akan Segera Tayang di Bioskop Kesayanganmu, Baca Sinopsis dan Tonton Cuplikannya Disini!

Tags: 

admin's picture


Joined: 09 Aug 2016

Tinggalkan Komentar