SpaceTechnology

5 Fakta Misi Perjalanan NASA ke Bulan 2024

Palingbaru – Semenjak 9 April 2019 lalu, NASA telah mengumumkan misi perjalanan ke bulan mereka berikutnya melalui Space Symposium ke-35. NASA akan melakukan perjalanan ke bulan pada tahun 2024 mendatang. Dikutip dari pernyataan Jim Bridenstine, NASA Administrator, Presiden Trump telah mengutus NASA untuk mengembangkan rencana kembali ke bulan dan mendaratkan manusia di permukaan bulan pada tahun 2024. Mereka akan melakukan misi dengan penemuan teknologi dan sistem terbaru untuk mengeksplorasi lebih lagi permukaan bulan yang sebelumnya belum pernah di jelajahi.

Seperti yang sudah PiBi ketahui, Amerika Serikat telah berhasil mendaratkan manusia pertama, Neil Amstrong, di bulan pada 16 Juli 1969 melalui misi Apollo 11. NASA berambisi untuk meneruskan penelitian ke bulan untuk  eksplorasi kehidupan di luar angkasa.

Berikut 5 fakta tentang misi perjalan NASA ke Bulan pada 2024 mendatang.

  1. Artemis, Nama Dari Misi Perjalanan Bulan 2024

Artemis merupakan dewi bulan sekaligus saudara dari dewa Apollo menurut mitologi Yunani. Masih berkesinambungan dengan nama misi pertama ke Bulan, Apollo 11, NASA akhirnya menamai misi kedua ini dengan Artemis. Dalam misi Artemis kali ini, salah satu tujuan NASA adalah mendaratkan astronaut laki-laki kedua dan wanita pertama yang menginjakkan kaki di bulan, tepatnya di Kutub Selatan bulan yang belum dijelajahi sebelumnya.

  1. Tak Hanya Mendarat, Astronout akan Tinggal di Bulan

nasa ke bulan pada 2024

Berbeda dengan misi Apollo 11 dengan objektif: mendaratkan manusia ke bulan dan mengembalikannya ke bumi dengan selamat, kali ini NASA akan tinggal di bumi untuk melakukan observasi dan pengembangan teknologi. Bulan ternyata memiliki kandungan air es yang bisa di ekstrak menjadi sumber energi. Penelitian di bulan kali ini juga akan mendukung misi NASA berikutnya untuk mengeksplorasi Mars.

  1. Astronout Melakukan Perjalanan dengan Roket Orion

Dalam perjalanan kali ini NASA akan mengirim 4 astronout ke bulan dengan roket yang bernama Orion, didukung oleh Space Launch System (SLS) yang telah dimodernisasi dari Kennedy Space Center di Florida.

Konfigurasi awal SLS dapat mengirim lebih dari 26 metrik ton (57.000 pound) ke Bulan, dan peningkatan di masa depan akan memungkinkan roket untuk mengirim setidaknya 45 metrik ton (99.000 pound). Menjelang setinggi 322 kaki, lebih tinggi dari Patung Liberty, SLS akan berbobot 5,75 juta pound dan menghasilkan 8,8 juta pound dorong saat lepas landas, 15 persen lebih kuat dari roket Saturn V yang digunakan pada misi Apollo 11.

  1. Anggaran Misi ke Bulan 2024

Jim Bridestine, Administrator NASA mengungkapkan bahwa total anggaran yang dibutuhkan NASA untuk Misi Artemis mencapai USD 20 hingga 30 miliar (Rp 287 – 430 trilliun) untuk lima tahun ke depan. Anggaran ini belum termasuk anggaran tahunan NASA sebesar USD 20 miliar.

  1. Mengajak Masyarakat Menjadi Bagian dari Misi

Sebagai hiburan dan mengajak masyarakat dunia ikut serta dalam bagian misi ke bulan 2024, NASA menyebarkan hastag #NASAMoonTunes melalui akun Johnson Space Center. Bekerja sama dengan Third Rock Radio, NASA akan membuat playlist khusus untuk perjalanan ke bulan yang bisa PiBi ikuti hingga 28 Juni mendatang. Sejauh ini, sudah ada tiga lagu yang terpilih dari boyband paling populer saat ini, BTS.

 

by. Bernadetta Yucki

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close