Science

Begini Dampak dari Trauma Pada Matematika

Palingbaru – Hai Sahabat Pibi, sebagian dari kamu mungkin ada yang hobi dengan matematika tapi, pasti ada juga yang ngebenci pelajaran ini, salah satunya karena ngerasa selalu kesulitan buat dapet nilai yang tinggi saat ujian.

Saat kamu selalu ngerasa sulit sekali buat mengerjakan soal-soal hitungan, menurut Jennifer Ruef keadaan seperti itu bukan karena ia tidak punya potensi dalam bidang matematika, tetapi mungkin disebabkan oleh Trauma Matematika.

Trauma ini merupakan kondisi mental yang lemah saat menghadapi soal-soal matematika. Sebagaimana dikutip dari Science Alert, terdapat banyak tingkatan pada trauma ini.

Pada umumnya, trauma ini membuat seseorang panik pada saat tes matematika, atau buntu dalam beberapa topik dan membuatnya berjuang untuk menghilangkan perasaan itu.

Materi yang biasanya sulit itu adalah pecahan atau materi yang luas seperti Aljabar dan Geometri

Trauma Matematika ini bisa memunculkan dara gelisah atau takut, satu ketakutan pada perbuatan yang salah. Ketakutan inilah yang membatasi akses pada jalan-jalan kehidupan bagi orang-orang, termasuk pemilihan tempat sekolah dan karir.

Meski trauma ini berasal dari banyak hal, tetapi dua pihak yang paling berpengaruh adalah orang tua dan guru, khususnya mereka yang menekankan anak atau muridnya untuk bisa mengerjakan soal matematika secara cepat dan tepat.

Tuntutan ini tergolong cukup kuno saat manusia benar-benar berperan sebagai komputer. Namun seiring waktu berjalan, satu penelitian menemukan fakta bahwa kecepatan berhitung bakal melemahkan mental pembelajar matematika.

Pada saat ingin cepat-cepat menjawab semua soal matematika, saat itulah daya ingat ia melemah.

by Abdul Hamid

 

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close