Kamu sudah dengar kan kabar yang menerpa Facebook akhir-akhir ini, PiBi? Kabar mengenai Facebook yang membagikan data personal dari 87 juta penggunanya pada sebuah kantor konsultan itu lho.

Kalau dipikir-pikir, jadi ngeri ya untuk membagikan data pribadi kita di Facebook. Banyak juga yang berbondong-bondong untuk menghapus akun Facebook mereka karena kecewa dengan media sosial terbesar itu.

Ternyata tidak hanya Facebook yang memiliki masalah terkait pencurian data pribadi para penggunanya lho, PiBi. Kabarnya, hampir semua media sosial dan aplikasi layanan yang mewajibkan kita mendaftarkan diri juga “mencuri” data kita.

Wah, serem banget.

Misalnya nih, aplikasi layanan trasportasi Uber yang kabarnya memperbolehkan karyawan mereka untuk “memata-matai” kendaraan yang ditumpangi para penggunanya. Waduh!

Tapi kenapa sih aplikasi media sosial dan layanan itu sampai harus ingin memiliki data pribadi kita, ya? Katanya sih, ada beberapa hal yang mendasari kegiatan tersebut. Contohnya aplikasi semacam Google Maps yang “terpaksa” mengintai kita untuk mengetahui lokasi kita di saat tertentu untuk memberikan petunjuk arah. Oke, kalau itu sih wajar ya, PiBi.

Ada juga nih aplikasi lain yang mengambil informasi data pribadi kita bahkan yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Salah satunya adalah game Pokemon GO yang meminta izin kita memberikan akses pada informasi di akun Google kita. Permintaan izin itu bisa kita lihat ketika kita pertama mendaftarkan diri pada game tersebut. Tapi uniknya, developer Pokemon GO, Niantic, mengatakan mereka tidak mengambil data apapun dari akun Google penggunanya.

Lho terus permintaan izin itu buat apa dong?

Data pengguna Facebook yang bocor tersebut katanya terjadi ketika kita login via Facebook ke sebuah website permainan yang banyak beredar, yaitu thisisyourdigitallife. Merekalah yang menjual informasi data pribadi kita ke kantor konsultan yang menggunakannya untuk hal tidak baik. PiBi.

Kata peneliti dari Universitas Berkeley dan Princeton, 7 dari 10 aplikasi yang kita gunakan akan membagikan data pribadi kita ke pihak ketiga. Mereka mengatakan, jika kita tidak harus mengeluarkan uang untuk mengunduh aplikasi tertentu, maka kitalah sumber uang bagi mereka.

Salah satunya untuk pemasangan iklan. Kalau kamu pernah mengamati, setelah kita mencari produk tertentu di Google, tiba-tiba saja iklan produk tersebut akan muncul berupa ads di media sosial seperti Facebook. Kalau tidak percaya, kamu coba saja sendiri, PiBi.

Intinya, kita harus berhati-hati dalam membagikan data pribadi di media sosial maupun aplikasi layanan lain ya, PiBi. Apalagi karena Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna media sosial terbanyak di dunia. Otomatis, kita bisa saja menjadi salah satu “target” mereka.

Apa Tanggapanmu?
  • Fascinated
  • Happy
  • Bored
  • Angry
  • Sad
  • Afraid

Apa Komentarmu ?

komentar