News & InformationScience

Buat Heran, Ilmuwan Ungkap Ada 1.000 Triliun Ton Berlian Tersembunyi di Bawah Bumi

Hai PiBi! Berita ini pasti buat kita semua heran deh. Karena ternyata dibawah bumi kita ini ada 1000 Triliun Ton berlian loh! Bagaimana sih bisa begini?

Diamond atau batu mulia itu kerap dijadikan simbol cinta atau kejayaan. Nah, sejak ditambang sekitar 6.000 tahun di India, berlian dianggap sebagai mineral berharga. Nilainya pun selangit karena langka.Namun, studi terbaru mengungkapkan bahwa bagian inti Bumi ternyata dipenuhi berlian. Beratnya sekitar 1 quadrillion atau 1.000 triliun ton. Studi yang dimuat di jurnal Geochemistry, Geophysics, Geosystems edisi Juni 2018 tersebut juga mengungkapkan bahwa ada 1.000 kali lebih banyak berlian di bawah permukaan Bumi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

3_43.jpg

Namun, berlian-berlian tersebut tak bisa dijangkau. Batu-batu berharga tersebut berada 145 hingga 240 kilometer di bawah permukaan planet manusia, di ‘akar’ kraton Bumi. Kraton memiliki kerak tebal dan akar litosferik yang dalam yang memanjang sejauh beberapa ratus kilometer di dalam mantel Bumi. Istilah kraton digunakan untuk membedakan bagian stabil kerak benua dari daerah yang lebih aktif secara geologi, dengan yang tidak stabil. Sekelompok peneliti dari sejumlah universitas di seluruh dunia menemukan cadangan berlian dalam jumlah besar itu dengan perantaraan gelombang seismik di bawah Bumi. Getaran atau vibrasi gelombang seismik diketahui bisa berubah, berdasarkan komposisi, temperatur, dan kepadatan berbagai macam batuan yang dilaluinya.

Para peneliti menggunakan data-data tersebut untuk membuat citra konstruksi interior Bumi yang tak terjangkau oleh manusia karena lokasinya yang terlalu dalam. Kemudian, para ilmuwan menemukan, getaran bawah tanah, yang dihasilkan dari proses alami seperti gempa bumi dan tsunami, cenderung bertambah cepat saat melalui akar kratonik.

Menggunakan catatan aktivitas seismik yang disimpan oleh lembaga pemerintah seperti Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), tim membuat model tiga dimensi kecepatan gelombang yang merambat melalui kraton-kraton besar.

Kemudian, mereka membuat ‘virtual rock’ atau batuan virtual dari berbagai kombinasi mineral yang berbeda dan menghitung seberapa cepat gelombang seismik akan berjalan melaluinya. Mereka tak bisa memastikannya karena ini adalah  hal yang sangat sulit untuk secara langsung mendapatkan sampel dari bagian tersebut

Namun, bukannya tak mungkin mendapatkan sampel. Sebab, terkadang ada bagian akar kraton yang dibawa ke permukaan Bumi oleh erupsi magma. Wah keren banget ya PiBi!

 

 

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close