Kalau mengemudi dalam waktu yang lama dan jarak yang jauh, sering kali kita merasa lelah kan, PiBi. Menanggapi masalah itu, brand mobil Subaru baru saja meluncurkan DriverFocus Subaru Forester dalam New York International Auto Show baru-baru ini.

DriverFocus Subaru Forester adalah fitur yang terdapat pada mobil new Subaru Forester yang juga diperkenalkan oleh Subaru dalam event yang sama.

Brand tersebut mendeskripsikan DriverFocus sebagai sistem monitoring pengemudi yang menggunakan software facial recognition. Software tersebut mampu mengidentifikasi tanda pengemudi yang lelah dan terdistraksi.

Dilansir dari The Verge, Subaru mengklaim bahwa teknologi tersebut adalah yang pertama dalam segmen mobil Subaru Forester. Hebatnya lagi, DriverFocus bisa mengenali 5 pengemudi dan menyimpan memori tentang posisi duduk masing-masing pengemudi.

DriverFocus dijual bundling dengan versi Touring trim dari Forester yang harganya lebih mahal dan belum diketahui secara detil sampai sekarang, PiBi.

Tindakan selanjutnya setelah DriverFocus Subaru Forester ini mendeteksi pengemudi yang lelah juga belum sepenuhnya diketahui. Apa ya kira-kira kemampuan lanjutan dari DriverFocus ketika mendeteksi mata pengemudi yang lelah?

Selain itu, PiBi, Subaru sudah terkenal memiliki fitur EyeSight yang merupakan sistem driver assistant standar. EyeSight bisa secara otomatis mengerem sebelum terjadi tabrakan atau menghindari adanya halangan di depan.

Namun memang EyeSight bukanlah sistem pengendara otomatis seperti Autopilot. Tapi dengan adanya DriverFocus yang dipadu dengan EyeSight tentunya menjadi langkah yang menarik untuk sebuah perusahaan mobil yang tidak terlalu terkenal terobosan teknologinya.

Selama ini, baru Cadillac yang memiliki sistem untuk memonitor pengemudi. Namun sistem Cadillac itu menggunakan kamera infra merah untuk melacak pergerakan mata pengemudi. Tentu itu berbeda dengan DriverFocus Subaru Forester yang menggunakan teknologi facial recognition.

Facial recognition memang adalah teknologi yang lebih populer di kalangan agensi hukum dan perusahaan teknologi seperti Facebook. Masih sangat jarang perusahaan mobil atau transportasi lain yang mengembangkan teknologi ini.

Jadi penasaran ya, PiBi. Tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas, sepertinya teknologi ini akan cukup mahal jika dilepas di pasaran.

Apa Tanggapanmu?
  • Fascinated
  • Happy
  • Bored
  • Angry
  • Sad
  • Afraid

Apa Komentarmu ?

komentar