News & InformationScience

Inilah Kekuatan di Balik Suara Manusia

PalingBaru- Seorang sastrawan terkemuka bernama Jorge Luis Borges pernah bilang, bahwa jiwa manusia terkandung pada suaranya. Apa kamu setuju dengan dengan pernyataan itu?

Atau mungkin kamu sudah bisa mengiyakannya, tetapi masih perlu buktinya? Nah, berikut ini uraian tentang hebatnya suara manusia, yang  menyimpan kekuatan untuk manusia lainnya.

Orang yang kita cintai seperti orang tua, sanak saudara, sahabat, pacar dan lainnya tentu sangat berharga bagi kita. Salah satu bagian yang berharga dari orang-orang yang kita cintai adalah suaranya. Para ilmuwan sosial menilai, suara dari orang yang kita cintai dapat berfungsi sebagai  obat penguat psikologis.

Penelitian antropolog biologis yang dilakukan Leslie Seltzer menguji coba orang-orang yang tertekan saat menghadapi ujian. Di tengah tekanan itu, para murid diijinkan untuk menghubungi ibunya.

Satu kelompok dibiarkan menghubunginya dengan pesan teks, dan kelompok lainnya diijinkan untuk berbicara dengan ibunya lewat telepon.

Sampel darah dari tiap kelompok diambil sebelum dan sesudah mereka menghubungi ibunya tersebut. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang mengejutkan. Para murid yang telah mendengar suara ibunya menampilkan hormon stres yang lebih rendah dan hormon ketenangan oksitosinnya yang tinggi.

Sementara itu, murid-murid yang hanya mengandalkan kontak lewat pesan teks, menunjukkan tak ada perubahan pada darahnya secara kimiawi.

Kemudian riset lain yang menggunakan subjek yang lebih muda menunjukkan, bahwa ‘ngobrol’ dapat mengaktifkan bagian otak yang sama ketika mereka memeluk orang yang mereka ajak bicara itu. Dengan kata lain, mendengar suara orang efeknya sama seperti sedang menyentuhnya secara fisik.

Selain itu, ada penelitian yang menampilkan suara seseorang yang dicintai bisa membangkitkan pasien yang sedang koma. Mereka yang koma, ketika mendengarkan suara orang yang dicintainya bisa sembuh lebih cepat.

Namun, kebanyakan orang masih acuh pada suara manusia ini. Satu penelitian menunjukkan, orang empat kali lipat lebih menggunakan pesan teks dibandingkan pesan suara. Padahal, suara ini bisa menunjukkan emosi orang secara lebih akurat, bahkan jika dibandingkan ketika kita melihat mimik mukanya saat ia sedang bicara.

By Abdul Hamid

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close