Kampoeng Kreasi yang diadakan selama 4 hari berturut-turut pada 19-22 April 2018 di Royal Plaza Surabaya, resmi ditutup, Minggu (22/4/2018). Penutupan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur dan Badan Usaha Milik Desa.

Pada penutupan acara yang mewadahi UMKM Jawa Timur itu, Direktur One Event, Yusuf Karim Ungsi menjelaskan secara detil kesuksesan acara yang baru kali pertama diadakan itu.

Selama 4 hari acara, telah terjadi transaksi ritel, non tunai, maupun pesanan dengan total Rp 388.633.000. pencapaian tersebut ternyata di luar perkiraan karena acara yang mengangkat produk unggulan Jawa Timur ini baru kali pertama digelar.

Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sangat besar juga terbukti bisa membangkitkan kejayaan produk desa. Buktinya, para pengunjung yang merupakan masyarakat kota begitu antusias untuk membeli atau sekadar mengunjungi stan yang memamerkan produk dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Minat masyarakat kota terhadap produk desa juga semakin terbuka lewat acara ini. Misalnya, pada stan Kabupaten Magetan selama 3 hari berhasil menjual jeruk sebanyak 500 buah. Atau di stan Kota Surabaya yang kewalahan melayani 1.000 pembeli Semanggi dalam 2 hari pertama.

Perwakilan DPMD Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Muhammad Yasir MSi mengatakan pameran Kampoeng Kreasi ini adalah momentum luar biasa bagi kebangkitan desa. Sejak lahirnya Undang-Undang Desa nomor 6 tahun 2014, desa diberi kewenangan untuk mengatur sumber daya alam yang dimilikinya. Namun, masih belum banyak produk desa yang bisa sukses.

“Selama ini desa masih menjadi pangsa pasar produk kota meskipun sudah banyak menghasilkan produk berkualitas. Pameran ini adalah media yang tepat untuk ajang promosi dan evaluasi diri,” ujarnya.

Lewat pameran ini, pihak desa bisa mengukur diri apakah produk mereka bisa bersaing dengan produk kota. Serta, melakukan evaluasi mengenai apa kekurangan dari produk tersebut. Apakah itu cita rasa, kemasan, atau kurangnya promosi.

“Nama Kampoeng Kreasi ini juga sengaja dipilih karena Kampoeng identik dengan desa dan diharapkan desa bisa menunjukkan kreativitasnya dalam acara ini,” lanjutnya.

Yasir mewakili DPMD Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa event ini bisa dikembangkan lebih besar dan dijadikan sebagai ajang tahunan.

Dalam acara penutupan itu juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi Kartini Masa Kini oleh Ibu Wati dari Kota Probolinggo. Semakin meriah juga dengan penyerahan penghargaan Stan Terfavorit Pengunjung dan stan dengan Penataan Produk Terbaik.

Stan terfavorit pengunjung yang diraih oleh Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blitar. Sedangkan stan dengan penataan produk terbaik yang diraih oleh Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Sidoarjo.

Apa Tanggapanmu?
  • Fascinated
  • Happy
  • Bored
  • Angry
  • Sad
  • Afraid

Apa Komentarmu ?

komentar