News & InformationPeople

Kenalan yuk, Dengan Dua Mpu Milenial

PalingBaru- Mendengar kata keris, umumnya yang kebayang adalah hal berbau mistis dan klenik. Kesannya kuno dan jadul banget lah ya pokoknya.

Nah tapi ada lho generasi millenial yang menekuni pembuatan keris di kabupaten Sumenep Madura. Iya,.. mereka bukan saja kolektor, tapi pembuat keris yang dikenal dengan sebutan Mpu. Yuk kenalan dengan 2 Mpu asal desa wisata keris Aeng Tong Tong, Saronggi, Sumenep Madura.

Ika Arista

Ika atau Mpu Ika, membuat keris sejak usia kelas 5 SD. Perempuan kelahiran Sumenep 11 Mei 1990 ini sudah tak tahu lagi berapa jumlah keris yang dibuatnya, saking banyaknya. Beberapa keris melalui tahapan khusus agar sesuai dengan yang diinginkan pemesannya.

Alumni STKIP PGRI Sumenep jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini juga menganggap membuat keris sebenarnya bisa siapa saja. Asalkan mau belajar dan menjalankan berbagai prosesnya. Tapi Mpu Ika juga tidak menampik kalau kemampuannya membuat keris didapatnya secara turun temurun.

Ika yang anak pertama dari 3 bersaudara ini juga aktif mengedukasi warga sekitar dan pengunjung desa wisata keris. Khususnya tentang memaknai proses pembuatan keris dan mengenali berbagai jenis keris.

Ika tidak segan untuk mencari referensi di internet tentang sejarah dan perkembangan keris. Karenanya Ika tidak pernah menganggap keris hanya bagian dari klenik semata.

Ika baru serius menekuni profesi sebagai Mpu saat menjelang akhir kuliahnya.

Robbid Dhamiri

Robbid adalah pemuda asli desa Aeng Tong Tong. Ia awalnya hanya membantu orangtua menjual keris.Itu dilakukannya saat masih bersekolah di SMA. Kemudian pada tahun 2013, alumni S1 Agrobisnis Universitas Wiraraja Sumenep ini mulai menekuni pembuatan keris.

Sebagai anak pertama dari 3 bersaudara Robbid juga aktif mengedukasi warga sekitar dalam mengelola desa wisata yang mempunyai kekhasan. Bukan hanya keris, beberapa jenis benda yang identik dengan pusaka juga dibuatnya.

Profesi yang unik bukan ? Apalagi di usia muda seperti keduanya ini, keris tidak lagi identik dengan kesan kuno dan jadul. Media sosial juga menjadi sarana mengenalkan keris. Tak heran bila pesanan keris dan benda-benda pusaka datang dari luar daerah bahkan mancanegara.

By Diane Suryaman

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close