Uncategorized

Kisah Nyata : “PENYESALAN YANG DILAKUKAN OLEH SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA”

Sering kali kita menemukan kisah seorang anak yang menyesal atas perbuatan yang dilakukannya kepada ibunya. Bahkan, parahnya lagi, banyak sekali zaman sekarang anak yang durhaka terhadap Ibunya. Entah, karena faktor lingkungan, pergaulan atau faktor lain yang membuatnya lupa atas apa yang ia perbuat itu sangat beresiko besar. Mungkin ini efek kurangnya nilai-nilai moral yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Seandainya kalian tau, bahwa kasih ibu sepanjang masa.

Palingbaru.com hanya bisa berharap, semoga artikel-artikel yang kami berikan bisa menginspirasi dan memotivasi kalian untuk selalu ingat atas jasa-jasanya. So, selamat menikmati Pals!

 

Tidak terasa waktu berputar semakin cepat sehingga, apa yang terjadi saat ini bisa lenyap hingga menjadi suatu masa lalu, disuatu tempat terdapat seorang anak laki-laki meluluskan pendidikannya hingga dijenjang SMA, namun sayangnya, ketika kelulusan, dia tidak pernah mengajak ibunya sebagai walinya. Dia merupakan  anak tunggal yang dimiliki oleh seorang Ibu, dan bagi seorang ibu itu, seorang anak laki ini sangatlah berharga, bahkan berarti dalam hidupnya.

 

Baca juga: Pengorbanan Ibu Yang Begitu Mulia, Coba Renungkan Kisah ini!

Ayahnya  meninggal dunia saat ia masih dalam kandungan, hanya Anak inilah yang menjadi suatu tumpuan hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup. Pada suatu saat anak laki-laki itu berkata kepada ibunya : “ Ibu, aku malu sama teman-temanku, mereka memiliki ibu yang sempurna secara fisik dan mereka bangga terhadap ibu mereka, tapi aku bu, mengapa aku memiliki ibu yang buta. Andai saja aku tau, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang buta maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan” kata sang anak. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya, sang ibu berkata : “ Nak, ibu memang buta, tetapi walaupun kau malu dengan keadaan fisik yang ibu miliki, ibu tetap sayang padamu nak. Sang anak pun Akhirnya menjawab kembali : “ Bu, semua teman-temanku selalu menghinaku, bahkan tidak ada satu perempuan pun yang suka padaku karena melihat fisik ibu yang tidak sempurna. Mereka takut jika kelak menikah denganku anak kami juga akan cacat, buta seperti ibu ”. Mendengar perkataan anaknya, sang ibu begitu terpukul dan meneteskan air mata, namun demikian, sang ibu tetap sayang dengan anak laki-lakinya tersebut dan tak henti-hentinya sang ibu berdo’a untuk anaknya.
Detik demi detik telah berlalu, hingga akhir berganti, akhirnya sang anak lelaki menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Teknik. Betapa bangganya hati sang ibu mendengar anaknya akan diwisuda dan menjadi seorang Insinyur, tak sia-sia pengorbanan  sang ibu selama ini, dengan berjualan di pasar untuk menyekolahkan sang anak laki-laki semata wayangnya. Tak kenal lelah sang ibu bekerja walaupun dalam keadaan matanya yang buta. Hingga sampailah pada waktu yang ditunggu-tunggu, saat sang anak dan teman-temannya akan diwisuda. Mereka semua datang berserta orang tuanya dan keluarga besarnya untuk berkumpul menantikan acara itu dimulai, tetapi sang ibu sama sekali tidak ikut serta menyaksikan sang anak semata wayangnya ini diwisuda, karena sang anaknya sendiri yang tidak menginginkan ibunya untuk datang ke acara wisuda tersebut.

Akhirnya sang ibu datang sendiri ke acara tersebut, ditempat di mana sang anak akan diwisuda. Betapa bahagianya hati sang ibu kala mendengar nama anaknya dipanggil kedepan dengan nilai terbaik dan tertinggi. Namun, sebaliknya, sang anak justru merasa sangat malu terhadap teman-teman dan kekasihnya, ketika mengetahui ibunya juga hadir di acara wisuda itu, acara yang seharusnya membuat sang anak merasa bahagia.

 

Baca juga: Kisah Hidup Yang Penuh Dengan Perjuangan Orang Tua dan Bisa Membangkitkan Semangatmu!

Pada waktu itu, sang ibu mendekati sang anak sambil meraba-raba wajah anaknya tersebut, dan kekasih dari sang anaknya tersebut bertanya pada Anak Laki tersebut : “ Siapa perempuan buta itu ? Sang anak laki tidak menjawab dan hanya diam membisu. Akhirnya sang ibu berkata bahwa dia adalah ibunya dari sang anak laki-laki tersebut, mendengar ibunya berkata demikian, sang anak akhirnya pulang sebelum acara selesai dan meninggalkan ibunya sendirian.

Setelah acara selesai, sang ibu kembali kerumah seorang diri. Namun siapa yang tau kapan ajal akan tiba, ketika hendak menyebrang jalan sang ibu tertabrak, hingga meninggal dunia. Hanya tas kecil yang sangat lusuh yang selalu dibawa kemanapun oleh sang ibu saat berpergian. Betapa terkejutnya sang anak laki-laki ini ketika pihak rumah sakit mengabarkan bahwa beberapa menit yang lalu ibunya telah meninggal akibat kecelakaan. Petugas kepolisian memberikan tas yang telah dibawa oleh ibunya pada saat menghadiri wisuda, sang anak laki-laki ini hanya diam duduk menunggu ibunya yang masih dibersihkan dari sisa-sisa darah yang masih menempel di tubunya.
 

Pada saat menunggu jenazah ibunya, sang anak membuka tas kesayangan ibunya yang lusuh dan kumal itu. Disana terdapat foto ibunya ketika mengandung sang anak tersebut, pada saat Anak laki-laki ini masih bayi, betapa terkejutnya sang anak ini  ketika membaca sepucuk surat yang begitu lusuh yang terdapat didalam tas ibunya. dia membaca surat tersebut, yang didalamnya tertuliskan : “ Banjarmasin, 12 Oktober 1984, Anak lelaki ku yang sangat kucintai, bayi mungilku yang sangat kusayangi, betapa kau sangat berharga dihati ibu nak. Walaupun ibu buta tetapi ibu sangat menyayangimu, kaulah anugerah terindah yang ibu miliki. Nak, ini adalah surat terakhir yang ibu tulis, karena ibu merasa sudah tidak bisa lagi menuliskan kata-kata diatas kertas. Karena, ibu merasa tidak ingin merepotkan mu terus-menerus. Ibu hanya ingin kau bahagia, ibu hanya ingin melihatmu merasakan apa yang orang lain rasakan meskipun tanpa sosok seorang ibu, karena fisik ibu yang sangat membuatmu merasa malu didepan teman-teman mu selama ini. Maafkan jika kamu tidak bangga memiliki ibu seperti ku Nak..”.

Akhirnya tanpa terasa air mata sang Anak laki-laki ini terus mengalir, namun semuanya sudah terlambat bagi dirinya untuk membahagiakan ibunya. Sang anak teringat dengan semua perbuatan yang ia lakukan terhadap ibunya, dia hanya duduk terdiam tersimpuh di depan kaki ibunya yang telah terbujur kaku. Semua telah terjadi dan kini ibunya telah pergi untuk selama-lamanya.

 

Satu kutipan yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah :

“Betapa Besar Kasih Sayang Seorang Ibu Terhadap Anaknya, Tanpa Mengharapkan Balasan. Ibu Selalu Dengan Ikhlas Memberikan Apapun Yang Dimilikinya Termasuk Jiwanya Sendiri”.

 

Palingbaru.com cuman bisa berpesan, selama kamu masih hidup selama kamu masih mampu untuk membahagiakan ibumu, maka bahagiakanlah, karena penyesalan datangnya terlambat. Jangan sampai itu semua terjadi pada diri kita ya Pals.

(AN)

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close