MemoarMy StoryNews & InformationPeople

Kisah Paul Allen Pencetus Microsoft, Yang Tak Banyak Didengar

PalingBaru- Kabar duka itu beredar tepat pada senin sore (15/10/2018), Paul Allen salah satu pendiri Microsoft meninggal dunia pada usia 65 tahun karena penyakit kanker imfoma non-Hodgkin yang telah ia derita selama bertahun-tahun.

Paul Allen adalah orang yang sangat penting di dunia software komputer, karena ia adalah pendiri utama perusahaan microsoft. Namun, bisa dibilang popularitas Paul Allen tidak sebanding dengan Bill Gates yang namanya lebih dikenal oleh masyarakat dunia.

Padahal sejatinya, Paul Allen lah yang mencetuskan nama Micro-soft untuk pertama kalinya. Untuk mengenangnya, PalingBaru menurunkan kisahnya yang jarang didengar.

Semua ini berawal dari ide Paul Allen untuk mendirikan perusahaan Microsoft, ia kemudian mengajak Bill Gates bergabung. Tentu saja, Paul Allen mengajak Bill Gates karena mereka sahabat sejak masa kanak-kanak. Selain itu, mereka memiliki mimpi yang sama, membuat inovasi yang bermanfaat bagi dunia.

Tahun 1973, Paul Allen menempuh pendidikan di Washington State University. Setelah dua tahun berjalan, ia memtuskan untuk berhenti dari kuliahnya dan bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan yang bernama Honeywill yang berada di Boston.

Setelah Paul merasa cukup berpengalaman, ia memutuskan untuk memulai perusahaannya sendiri. Tak lama kemudian, Paul Allen mengajak Bill Gates, bergabung pada perusahaan yang diberi nama Microsoft. Bill Gates pun bergabung pada tahun 1975, dengan merelakan waktu kuliah dengan keluar dari Harvard Unversity, dan berkomitment membangun mimpi besar bersama-sama.

Microsoft, terus berkembang, dan membawanya bermitra dengan IBM yang menjadi kunci kesuksesan Paul Allen dan Bill Gates. Namun, justru kesuksesan tersebut menguji persahabatan mereka.

Hal ini, diceritakan dengan gamblang oleh Paul Allen melalui bukunya yang berjudul ‘idea Man: a Memoir’. Paul Allen mengungkapkan, Bill Gates mengusulkan pembagian saham di Microsoft, yang menurutnya tidak seimbang, “Aku berasumsi kemitraan kami 50-50. Tapi Bill punya ide lain,” tulis Allen. Bill Gates meminta bagian lebih banyak dari apa yang telah diasumsikan Paul Allen, dan akhirnya Paul Allen mengalah dan menyetujuinya.

Tidak berhenti sampai disini, masalah baru kembali mucul ketika Bill Gates mengajak Steve Ballmer untuk bergabung ke Microsoft yang kemudian dia menjadi CEO Microsoft. Bill Gates pun berani menawarkan hingga 8,75 saham perusahaan kepada Steve Ballmer yang membuat Paul Allen semakin marah.

Pada tahun 1982, Paul Allen terserang penyakit kanker imfoma non Hodgkin yang membuatnya semakin lemah. Namun diposisinya yang sedang sakit tersebut, Paul Allen mencoba kembali ke perusahaan tetapi dia merasa semakin tidak dianggap oleh rekan-rekannya yang berada di perusahaan, apalagi ia mendengar bahwa Bill Gates akan mengurangi jatah sahamnya.

Hal tersebut membuat Paul Allen semakin terpuruk. Sampai akhirnya Paul Allen mengundurkan diri dari Microsoft, dan sahamnya dibeli Bill Gates dengan harga yang diminta Paul Allen.

Setelah pergi dari Microsoft Paul Allen menjadi investor di sebuah perusahaan bernama Vulcan. Kemudian Paul Allen aktif disebuah kegiatan kemanusiaan lewat organisai Paul G. Allen Philanthropies.

Dan perusahaan microsoft yang ia dirikan terus berkembang, setidaknya ada 10 produk terbaik Microsoft yang pernah dibuat, diantaranya, Microsoft Arc Touch Mouse (2011), Microsoft Flight Simulator, Microsoft Windows XP, MS-DOS (1981). Pada tahun 2016 kekayaan microsoft mencapai Rp 13.429 Triliun.

Bagaimanapun, kepergian Paul Allen memberikan duka mendalam bagi seluruh Industri Teknologi terustama Microsoft, seperti yang dituliskan oleh Satya Nadella, CEO Microsoft saat ini mengungkapkan belasungkawanya lewat twitter resmi Microsoft. Selamat Jalan Paul Allen…

By. Nana Riyana 

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close