Apakah PiBi mengenal nama Dato Sri Tahir?

Mungkin sebagian besar PiBi belum pernah mendengar atau mengenal nama tersebut ya. Dato Sri Tahir adalah pengusaha, investor, dan pendiri Mayapada Group yang usahanya bergerak di bidang perbankan, televisi berbayar, media cetak, property, hingga rumah sakit. Pernah tahu?

Nah, baru-baru ini majalah Forbes menempatkan Tahir dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia tahun 2018. Siapa sangka, konglomerat asal Surabaya itu menduduki peringkat 4 lho, PiBi! Total kekayaannya mencapai 3,5 miliar USD!

Hebatnya lagi, Tahir tidak terlahir di keluarga kaya. Tahir lahir di Surabaya pada 65 tahun yang lalu di keluarga yang memiliki usaha membuat becak. Perjalanan hidupnya pun menakjubkan, karena Tahir harus naik-turun ketika memulai berdagang sebelum bisa sukses seperti saat ini nih, PiBi.

Namun, Tahir tidak pernah patah semangat. Malah, beliau bertekad kuat agar bisa menjadi sukses secepat yang ia bisa.

Meski sudah kaya raya seperti saat ini, tetapi Tahir tidak pernah melupakan akarnya dulu. Dilansir dari berbagai sumber, Tahir tetap fokus pada 3 hal penting dalam hidupnya. Yang pertama adalah beribadah dengan baik pada Sang Pencipta dan berbuat baik semaksimal mungkin, lalu ia ingin melihat perubahan nasib masyarakat Indonesia dan ikut andil dalam prosesnya, serta yang ketiga adalah ingin melihat keturunannya menjadi orang baik.

Dato Sri Tahir saat bersama Bill Gates dalam acara Philanthropy

Ia juga berkomitmen untuk terus memberi. Menurutnya, filantropi adalah sebuah komitmen dan bukan sekadar sedekah atau CSR. Baginya, filantropi adalah komitmen dengan hati nurani kita sendiri, PiBi.

Tahir sudah konsisten member sumbangan ke banyak sektor sejak muda. Tidak hanya di Indonesia, Tahir juga memberikan sumbangan hingga ke Sudan, Suriah, Palestina, Yordania, hingga Beirut.

Baginya, ketika ia bisa makan roti dengan enak namun orang lain tidak punya makanan, dia bersedia membaginya separuh agar mereka bisa makan bersama-sama. Baik sekali ya, PiBi.

Belum lagi, ia tidak pernah ambil pusing ketika akan membantu orang lain. Ia tidak fokus agar orang lain itu tahu bahwa dialah yang membantunya. Yang terpenting, adalah orang itu terbantu dan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik karena bantuannya.

Untuk anak muda, Tahir berpesan agar terus memiliki mimpi. Karena mimpi itu yang membuat kita hidup dan menjadi tujuan hidup kita setiap hari. Tetapi, mimpi itu tidak bisa hanya menunggu di rumah kan. PiBi juga harus bekerja keras dan mencari serta meraih kesempatan yang ada.

Wah. Bikin semangat ya, PiBi. Semoga kita bisa mengikuti jejak Dato Sri Tahir, ya.

Apa Tanggapanmu?
  • Fascinated
  • Happy
  • Bored
  • Angry
  • Sad
  • Afraid

Apa Komentarmu ?

komentar