HobbiesI Like It

Lari Maraton Kini Mulai Banyak Digemari Oleh Kaum Perempuan

Cerita Unik Dari Dua Pelari Maraton Nita dan Hana, Bukan Untuk Jadi Atlet Tapi Pembuktian Diri

Olahraga lari belakangan ini semakin digemari, tidak terkecuali oleh kaum perempuan. Gak tanggung-tanggung loh. Larinya sampe puluhan kilometer. Apa sih yang bikin mereka suka olahraga ini?

Ada 2 perempuan  keren nih yang mau berbagi seputar olahraga lari yang  digemari. Mereka aktif mengikuti beberapa event lari maraton. Bukannya berat ya lari maraton itu? Yuk lah langsung simak penuturan mereka pada PalingBaru.

Yunita Sitepu

Foto : Yunita Sitepu mengikuti lomba Lari maraton

Perempuan asal Medan Sumatera Utara ini aktif berolahraga lari sejak 2014. Awalnya tidak pernah membayangkan kalau jadi bakal sering mengikuti ajang lomba lari maraton. Event Jakarta Mandiri Run (JakMaR) 2014 menjadi ajang uji coba baginya. Ya,..ikut-ikutan teman dulu.

Menurut ibu 2 nak yang akrab disapa Ita ini, sejak itulah dirinya dan suaminya jadi aktif ikut lomba lari. Bahkan JakMaR pun tak pernah absen. Kadang ikut yang di luar kota, seperti Bali Marathon.

Di sendiri tidak memerlukan persiapan khusus bila akan turun di event maraton. Karena selain hanya mengikuti half maraton 21 K, Ita sudah terbiasa berolahraga cardio. Ia hanya menambahkan porsi latihan bagian kaki sekitar seminggu menjelang event.

Punya tips gak nih buat yang pengen mulai olahraga lari juga? Untuk yang belum pernah lari sama sekali bisa dicoba olahraganya jalan cepat aja dulu. Durasi sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Kalau sudah terbiasa barulah jogging kecil. Tidak perlu cepat, yang penting langkahnya konsisten. Dan jangan sampai kurang minum selama olahraga ya.

Ita yang warga Bekasi Jawa Barat ini juga mengingatkan, saat maraton jangan terpengaruh kecepatan orang lain. Karena itu bisa juga loh bikin tambah ngos-ngosan lalu kehabisan tenaga.

Hana

Foto : Hana memberikan tanda ok saat ikut lomba lari maraton

Hana mulai aktif berlari sekitar 1 tahun belakangan.Tepatnya bulan Agustus 2017. Awalnya Hana mencoba 5 km, lalu meningkat lgi 10 km dan pada Juni 2018 lalu Hana memberanikan diri mengikuti half maraton 21 km di Bali.

Bagi perempuan asal Gresik yang tinggal di Jogja ini tidak ada persiapan atau latihan khusus. Hanya latihan rutin 2-3 kali dalam seminggu. Oktober ini ia akan menjajal Race Kudus Relay Marathon dan half marathon  di Borobudur Marathon November nanti.

Hanna punya alasan khusus sih kenapa aktif di olahraga ini. Katanya  biar bisa makan banyak tanpa mikir diet. hahah dicatat ya…

Nah,.. bagi yang ingin aktif berlari.. Hanna punya saran, nih. Cukup kumpulkan niat, mulai dengan walk and run, dan join dengan komunitas lari akan membuat kamu lebih terpacu. Simpel kan?

Nah gemana,..? Mau lari juga ? Boleh dicoba tuh tips pelari dari Hanna dan Ita. Yang penting niat yaa. Dan prinsip bagi Ita dan Hana sama : “I don’t run to conquer the road or win the race. I conquer my self”

By. Diane Suryaman

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close