HealthNews & Information

Memahami Social Anxiety Disorder yang Tidak Boleh Diremehkan

Palingbaru – Pernah kah PiBi memiliki teman sekelas atau rekan kerja di kantor yang pendiam dan terkesan tidak mau bergaul? Jangan langsung menghakimi bahwa mereka sombong dan membencimu, mungkin saja ia memiliki social anxiety disorder.

Social anxiety disorder lebih dari sekedar kepribadian pemalu dan pendiam, kondisi ini merupakan kondisi mental di mana seseorang selalu merasa di judge oleh orang dan membuat mereka menghindari interaksi sosial karena ketakutan tersebut.

Seseorang dengan gangguan ini seringkali berpikir irasional meski terlihat baik-baik saja pada permukaan. Mereka biasanya terlihat tenang dan tidak banyak bicara, padahal mereka menyimpan banyak pemikiran dan sangat berusaha untuk sempurna dan tidak melakukan kesalahan sedikit pun karena sangat tidak tahan dengan komentar negatif.

social anxiety disorder (3)

Dilansir dari NIMH, berikut beberapa tanda orang mengalami social anxiety disorder.

  • Sering linglung di keramaian, berkeringat, gemetar, memiliki detak jantung yang kecang saat berhadapan dengan orang.
  • Merasa mual dan pusing saat sedang nervous dalam kesempatan tertentu yang melibatkan interaksi sosial.
  • Berbicara dengan suara yang keci dan lembut, tidak berani melakukan kontak mata terlalu lama, dan memperlihatkan gestur tubuh menutup diri (misalnya mendekap tangan).
  • Melihat interaksi sosial seperti bercakap-cakap adalah suatu hal yang mengerikan, terutama dengan orang baru, sekalipun sebetulnya orang tersebut berharap bisa memulai sebuah pembicaraan.
  • Merasa rendah diri dan memiliki kekurangan, hal ini membuat orang tersebut menjadi canggung.
  • Sebisa mungkin melakukan cara apa pun untuk menghindari lokasi dengan beberapa orang.

social anxiety disorder (4)

Social anxiety disorder bisa muncul karena kondisi gentik maupun pengaruh dari lingkungan sosial. Misalnya pernah mengalami bullying atau hubungan yang tidak sehat antara anak dan orang tua yang mebuat tumbuh kembang seseorang tidak sempurna.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk sembuh dari penyakit ini adalah melakukan terapi dengan ahli jiwa untuk belajar membuak diri. Karena terkadang sekali pun di dekati oleh orang sekitarnya, orang dengan gangguan ini akan selalu mencari alasan untuk menghindari sebuah ajakan bersosialisasi.

Berbicara langsung dengan psikiater biasanya akan membuat orang tersebut menurunkan “sekat” sosialnya dan sadar bahwa sesi terapi tersebut adalah sebuah usaha pengobatan untuk sembuh.

 

by. Bernadetta Yucki

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close