Uncategorized

Pengorbanan Ibu Yang Begitu Mulia, Coba Renungkan Kisah ini!

Hay pals.. Ketemu lagi di palingbaru.com , dan kali ini dengan tema yang sama, kami akan menyajikan sesuatu yang mengingatkan kita terhadap pengorbanan orang tua kita selama ini. Sudahkah kita bersyukur atas segala yang diberikan oleh orang tua kita ? Dan Ingatkah kita kepada perjuangan mereka ?  sedikit ulasan yang diberikan oleh palingbaru.com, semoga bisa memotivasi kalian untuk semakin cinta sama kedua orangtua kalian terutama ibu kita.

Terkadang seseorang yang baru kita kenal, apabila dia memberikan kita bantuan sedikit saja, kita sudah mengingatnya beribu-ribu kali. Sedangkan, seseorang yang sudah lama dekat dengan kita bahkan, dia sering sekali memberikan bantuan serta pertolongan kepada kita yang  tidak kurang-kurang dalam membantu kehidupan kita, akan tetapi, kebaikannya dalam sekejap hilang, dengan satu kesalahan yang mungkin pernah diperbuatnya.

Sampai pada akhirnya, palingbaru.com pernah mengutip sedikit cerita dimana seorang anak yang lupa atas kebaikan ibunya selama ini. untuk kelanjutannya, tetep stay tune ya pals..  

========================================================================================

Siang telah berlalu, kini tergantikan oleh Malam, tiba-tiba terjadi suatu pertengkaran yang terjadi antara ibu dan anaknya yang bernama Ana, entah disebabkan oleh hal apa. Hingga membuat ana merasa kesal dan marah kepada ibunya hingga mengakibatkan Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Dalam suatu perjalanan, ia sadar bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ketika dia menyusuri sebuah jalan, tiba-tiba dia melewati sebuah kedai bakmi dan ia pun mencium harumnya aroma sebuah masakan. Kemudian, dia ingin memesan semangkuk bakmi, akan tetapi dia lupa untuk tak bawa uang, bahkan, ia tidak punya uang sama sekali.

kasih sayang ibu dari kita kecil (foto: tribun banjarmasin) 

Baca Juga: 7 Tips Yang Bisa Buat Cewek Kalian Makin Terpesona !

Hingga Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata  “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ulas si tukang bakmi, kemudian Ana menjawab  “Iya pak, akan tetapi, aku tidak membawa uang..” *dengan perasaan malu. “Tidak apa-apa, aku akan membuatkan mu bakmi gratis” jawab si pemilik kedai. Kemudian menjawabnya kembali dengan, “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk  bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”, lalu  Ana, terhenyak mendengar hal tersebut.
dalam hatinya pun tersirat suatu pikiran :
“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.”
 *Sesaat Kemudian
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di depan pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
========================================================================================
diatas adalah sedikit ulasan tentang Begitu besar Kasih sayang ibu kepada Anaknya, meskipun permasalahan datang, tidak menghalangi besar dan tulus nya kasih sayang yang mereka berikan kepada ibunya.

Baca Juga: 3 Cerita Lucu Tentang Cinta!

Terkadang, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, belum tentu kita bisa melakukan hal yang sama seperti apa yang sudah kita lakukan kepada orang lain.

Bagaimanapun kita tidak boleh melupakan jasa orang tua kita. Terutama ibu kita sendiri.

Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja. Tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir. Sedangkan orang lain mungkin melakukannya hanya sesaat.

Baca Juga: Kisah Hidup Yang Penuh Dengan Perjuangan Orang Tua dan Bisa Membangkitkan Semangatmu!

Jangan Pernah Kita Melupakan Jasa Kedua Orang Tua Kit, Terutama Ibu Kita Yang Sudah Berjuang Banyak Untuk Kita, Karena Suraga Ada Ditelapak Kaki Ibu. (AN)

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close