AnimalNews & Information

Ternyata Ikan Hiu Paus Juga Jalani Test Kehamilan, Beginilah Caranya

PalingBaru- Seorang ahli biologi kelautan Okinawa Churashima Foundation,  Jepang, Rui Matsumoto, melakukan tes kehamilan pertama kali di bawah laut Kepulauan Galapagos, Amerika, kepada Hiu Paus liar.

Hal ini bukan perkara mudah, Matsumo harus berhati-hati meletakkan mesin ultrasonografi pada Hiu Paus.

Seperti pada umumnya, mesin ultrasonografi akan membuat gambar dari bagian dalam tubuh manusia. Teknologi yang sama akan digunakan untuk ikan paus.

Baca Juga : Inilah Kekuatan di Balik Suara Manusia

Dengan memacarkan gelombang suara frekuensi tinggi dan memantulkannya kembali secara berulang-ulang yang akan membentuk gambar. Tentus aja caranya tidak semudah seperti manusia.

Seorang penyelam memeriksa kehamilan Hiu Paus. Foto By Simon J. Pierce, sumber www.sciencealert.com

Untuk mengetes kehamilan Hiu Paus, para peneliti harus menyelam dalam air, karena tidak mungkin membawa paus keluar ke atas permukaan laut yang menyebabkan stress yang tidak semestinya pada hewan.

Maka dari itu segala peralatan yang di gunakan Matsumoto bersama timnya harus kedap air. Apalagi, Hiu Paus yang akan dicek kehamilannya tidak akan duduk diam, sehingga semua tim dilengkapi tangki penyelam dengan sistem propulsi yakni mekanisme atau sistem yang digunakan untuk menghasilkan daya dorong sehingga mempermudah penyelaman.

Baca Juga : Usia Ayah Mempengaruhi Risiko Kelahiran Anak? Ini Buktinya

Hiu Paus juga memiliki kulit paling tebal dalam planet ini yang memiliki ketebalan hingga 25 cm di beberapa bagian tubuhnya. Karena itu, para ilmuwan sempat kesulitan karena terhalang dengan ketebalan kulit Hiu Paus betina tersebut. Namun beruntungnya mereka, karena menapatkan gambaran yang cukup bagus di uteri hiu paus yang memberikan jawaban bahwa hiu paus tersebut tidak ada yang hamil.

Dilansir dari sciencealert, Matsumo mengatakan bahwa penelitian ini akan menjadi langkah awal untuk mengungkap biologi reproduksi pada hius paus yang akan berguna pada masa depan.

Semua ini dilakukan, karena populasi hiu paus terancam punah, akhibat perburuan ikan untuk sirip dan minyaknya. Kondisi ini diperparah dengan pengerusakan lingkungan seperti kebocoran minyak dan gas di laut lepas.

By Nana Riyana

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close