Sudah tahu belum kalau saat ini hampir semua restoran di Amerika telah menerapkan teknologi self-ordering? Jadi, mereka yang berkunjung ke restoran, tidak perlu dihampiri oleh pelayan lagi untuk melakukan pemesanan. Ada yang menggunakan touch-ordering, ada pula sound-ordering. Hal tersebut dianggap lebih praktis dan efisien, makanya wajar saja kalau semua restoran ingin segera menerapkan sistem tersebut dalam waktu dekat.

(Foto : Newatlas)

Nah, bicara mengenai kehebatan teknologi pada restoran, kali ini ada yang baru lagi nih, PiBi. Inovasi baru tersebut datang dari Caliburger, sebuah restoran cepat saji yang menerapkan sistem Facial Recognition. Kamu tahu apa itu Recognition? Jadi, teknologi ini merupakan kecerdasan buatan yang bisa mengingat makanan favorit dari pengunjung setia. Iya, teknologi sensor wajah ini akan mengetahui makanan favoritmu dan segera menyampaikannya pada koki untuk segera disiapkan.

(Foto : Newatlas)

Kamu cukup melakukan sensor wajah di depan pintu masuk, maka layar tersebut akan menyapamu dengan senyuman sekaligus menawarkan makanan favoritmu. Histori makanan favorit didapatkan jika kamu memesan menu yang sama lebih dari sekali. Siapa sih yang tidak suka kalau makanan favoritnya diingat? Pasti so sweet banget kan? Nah, itu tujuan utama dari restoran ini. Menarik perhatian konsumen dengan sebuah perhatian dari rekayasa ilmiah yang spektakuler.

Tapi kadang juga alat ini menimbulkan canda tawa. Misalnya, saat kamu bersama beberapa temanmu mengunjungi restoran Caliburger. Saat sensor mengenali wajahmu, lalu teknologi tersebut memberitahukan makanan favoritmu adalah paket makan super jumbo. Maka, kamu harus siap malu karena teman-temanmu tahu kalau ternyata makanmu banyak!

Apa Tanggapanmu?
  • Fascinated
  • Happy
  • Bored
  • Angry
  • Sad
  • Afraid

Apa Komentarmu ?

komentar