News & InformationScience

Usia Ayah Mempengaruhi Risiko Kelahiran Anak? Ini Buktinya

Palingbaru – Mungkin kebanyakan kita menganggap bahwa risiko kelahiran anak hanya tergantung pada ibu. Ya, karena ibulah yang mengandung dan melahirkan.

Namun, studi terbaru yang dilakukan Eisenberg dari Stanford University School of Medicine, menunjukkan bahwa si ayah pun turut menjadi faktornya.

Faktor seperti apa yang dimaksud dari penelitian ini? Ya, faktor usia. Bahkan faktor ini juga bisa mempengaruhi kesehatan si ibu ketika hamil, khususnya pada peningkatan risiko diabet.

Risiko kelahiran yang akan dihadapi ialah berupa rendahnya berat badan, kejang, dan kebutuhan pada udara setelah melahirkan.

Photo by Michal Bar Haim on Unsplash

Secara umum, usia ayah yang lebih tua punya risiko yang lebih besar daripada ayah yang berumur muda. Misalnya, pria yang berusia 45 atau lebih, memiliki kemungkinan 14 persen pada terjadinya kelahiran secara prematur.

Sementara itu, pria yang berusia 50 tahun atau lebih, ada kemungkinan bayinya membutuhkan perawatan intensif di unit neonatal. Kemungkinannya ini sebesar 28 persen.

Hingga sekarang, Amerika Serikat punya sekitar10 persen anak yang lahir dari ayahnya yang berusia 40 tahun, sedangkan 4 dekade lalu hanya menyentuh angka 4 persen.

Peningkatan ini ada di seluruh Amerika serikat. Data ini digunakan untuk memahami akibat kesehatan dari ayah yang lanjut usia pada bayi dan kesehatan ibu.

Penelitian ini berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention, dan National Center for Health Statistics.

Photo by sebastian leon prado on Unsplash

Data tersebut menunjukkan, setelah seorang ayah menginjak usia 35, ada sedikit peningkatan risiko kelahiran. Lebih tajam lagi peningkatan risiko kelahiran ini terjadi pada bayi yang berayah usia lanjut.

Bayi yang lahir dari umur ayahnya yang 45 tahun atau lebih, memiliki kemungkinan14 persen untuk masuk unit perawatan intensif neonatal.

Selain itu, ada risiko14 persen anaknya berkemungkinan lahir prematur, 18 persen kemungkinan pada terjadinya kejang-kejang, dan 14 persen berkemungkinan bayinya akan berberat badan rendah.

Bila ayahnya berusia 50 tahun atau lebih, kemungkinan bayinya membutuhkan bantuan dari unit perawatan intensif neonatal meningkat sebesar 28 persen.

Namun, berbagai risiko ini masih relatif rendah. Sehingga menurut Eisenberg, temuan ini paling tidak bisa berguna untuk orang yang ingin membangun keluarga.

By Abdul Hamid

Sumber : www.sciencedaily.com

Tags

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close